Kebenaran dulu selalu didasarkan pada rasio. Sekarang tidak lagi. Apa yang kita rasakan dianggap sebagai sumber terbenar dari realitas. Meskipun kita terobsesi dengan hal-hal emotif dan eksperiensial, kita masih menghadapi masalah eksistensial yang selalu hadir - kecemasan, keputusasaan, dan ketiadaan tujuan. Bagaimana kita bisa sampai seperti ini? Dan di mana bisa menemukan jalan keluarnya?…
Iman dan Agama Iman dan agama mempunyai kaitan yang sangat erat. Di manakah kaitannya? Apakah manusia harus beragama? Apakah dasarnya? Benarkah manusia mencari Allah? Kalau tidak mungkin, apa yang dicari orang dalam agama? Mengapa di dalam Alkitab, Allah sendiri mengatakan "tidak seorang pun yang mencari Allah"? Yesus berkata, "Aku datang mencari dan menyelamatkan manusia." Apa a…
Orang Kristen tidak seharusnya merasa rendah diri berkenaan dengan integritas intelektual iman mereka. Mereka juga seharusnya mengetahui bahwa iman Kristen adalah iman yang rasional.
Kristus adalah Pemulai dan Penyempurna iman kita. Dengan demikian, seluruh kehidupan dan perjalanan hidup rohani kita adalah karya Kristus, Sang Alfa dan Omega atas alam semesta dan Penguasa sejara, secara umum; dan Pencipta, Penyelamat, serta Pemelihara kita dari awal sampai akhir, secara khusus. Alangkah besarnya kasih karunia Tuhan yang telah memulai segala kebajikan, dan yang menyempurnakan…
Manusia memiliki martabat, sehingga tidaklah heran jika menusia meneriakkan Hak Asasi Manusia begitu harkat dan martabatknya terusik. Martabat macam apakah itu? Jalan hidup masusia tak selalu lurus dan tak mengalami gelombang. Namun, apakah peranan iman ketika manusia merasa menderita dan kehilangan hak asasinya? Jika manusia memiliki iman, mengapa manusia masih bisa kehilangan hak asasinya?…