Kehadiran Roh Kudus sering kali lebih dikaitkan dengan berbagai karunia Roh Kudus. Dampak terpenting kehadiran Roh Kudus di tengah kehidupan orang percaya justru bukanlah berkaitan dengan karunia, tetapi bagaimana Roh Kudus memimpin setiap orang Kristen, sehingga mereka bisa hidup secara dinamis. Oleh karena itu, kehadiran Roh Kudus memiliki peranan yang sangat penting di dalam mengarahkan hidu…
Meditasi tentang Iman, Pengharapan, dan Kasih ini memuat usaha menjelaskan konsep iman, pengharapan, dan kasih dengan menjernihkan hal-hal ini dari konsep-konsep lain yang mirip, seperti penyamaan iman dengan sikap gampang percaya (credulous) yang naif, menjernihkan apa yang dipahami sebagai pengharapan dalam Alkitab, dengan membedakannya dari "berpikir positif" atau wishful thinking, dan juga …
Found: Kristanto:$2b$12$bhObdrwsQax5Sh5bW2ZyE.rNwfvzMYGMODEeRHwvgRayH5hILWww.|iwinda:$2y$10$yXyBzieJQW9ZjMB8AKcPH.2vgekH5bJzDA2J0Bbownlyp3HyED3j2|thesa:$2y$10$ULfLZlpt/3fExkx6bSx9SuAthJ1StDzRI9w8bbzLx8zwQNM9AnpF6
EDWARD T. WELCH, (PhD, University of Utah) adalah konselor dan dosen fakultas di Christian Counseling & Educational Foundation. Dia telah memberikan konseling lebih dari 35 tahun dan telah banyak menulis topik tentang depresi, ketakutan, dan kecanduan. Karyanya yang sudah diterbitkan oleh Momentum antara lain: Apakah Otak yang Dipersalah kan?, Apa Pendapat Anda tentang Saya?, Depresi, Kecanduan…
Mengapa Iman Begitu Penting? Mengapa Pengharapan Begitu Berharga? Mengapa yang Terbesar Adalah Kasih? Di dalam Surat 1 Korintus, setelah Paulus membahas berbagai rupa-rupa karunia, sang rasul menyebutkan bahwa ada tiga hal yang paling penting dan akan bertahan terus: "Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu (1) iman, (2) pengharapan, dan (3) kasih..." (1 Korintus 13:13). Apa maksud Rasul P…
Banyak gereja sudah melupakan atau meninggalkan Pengakuan Iman Rasuli, karena menganggap dokumen ini sudah kuno dan tidak relevan lagi dengan zaman sekarang. Apakah kita di gereja-gereja tradisional yang masih setia mengucapkan Pengakuan Iman ini melakukannya hanya sebagal rutinitas belaka, sebagal pelengkap tata cara ibadah? Kita menyerukan butir-butir di dalamnya tanpa tahu maknanya, terlonta…