Text
Kekristenan Tanpa Kristus
Mungkinkah kita telah menanggalkan Kristus dari Kekristenan? Apakah kita telah membiarkan gereja ditawan oleh budaya yang mendominasi? Ini adalah pertanyaan- pertanyaan provokatif yang diajukan Michael Horton dalam buku yang penuh wawasan ini. Analisisnya seharusnya membuat kita berhenti sejenak untuk mempertimbangkan keadaan terkini dari Kekristenan - bahkan Kekristenan Injili - di Amerika (dan juga di Indonesia].
Horton berpendapat bahwa meskipun kita menyerukan nama Kristus, sering kali Kristus dan Injil yang berpusatkan pada Kristus dipinggirkan. Hasilnya adalah pesan dan iman yang "sepele, sentimental, menyetujui (mengafirmasi), dan tidak relevan." "Injil" alternatif ini berisi pesan moralisme, kenyamanan diri, penolong- diri, pengembangan-diri, dan agama individualistik. "Injil" ini meremehkan Allah, menjadikan Dia hanya sebagai sarana dari tujuan kita yang egoistis. Horton dengan mahir mendiagnosis masalahnya dan menunjukkan solusinya: kembali kepada Injil keselamatan yang murni dan tidak bercela. Buku ini wajib dibaca oleh setiap orang yang peduli terhadap keadaan dan masa depan dari Kekristenan dan gereja.
No other version available