Sudah banyak orang yang menjelaskan isi kitab Wahyu. Kitab ini sering ditafsirkan sebagai keterangan mengenai masa depan Gereja dan dunia ini menjelang kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya. Berbagai peritiwa dunia yang terjadi, seperti peperangan, gempa bumi dan makar teroris, sering dilihat sebagai tanda-tanda zaman yang ditunjukkan oleh penglihatan-penglihatan dalam kitab Wahyu. Pen…
Sejak terbitnya, Pengantar Perjanjian Baru telah menjadi buku pegangan yang andal dan mendapat banyak pujian. Revisi oleh penulis menjadikan Pengantar Perjanjian Baru semakin diakui sebagai karya Injili yang membrikan survei komprehensif, membahas berbagai isu kritis yang mengemuka dalam studi Perjanjian Baru, dan memberikan kemungkinan pendalaman setiap topik dengan catatan dan daftar pustaka …
Bolehkah seorang Kristen menjadi seorang intelektual? Mungkinkah kehidupan intelektual menjadi panggilan bagi seorang Kristen? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang dijawab oleh penulis. Dengan pemikirannya yang begitu luwes James Sire memberikan pandangan yang unik kepada kita untuk memikirkan kemuliaan Allah dan kerajaan-Nya secara tepat. Dalam beberapa bagian, Sire menunjukkan kepada kita bagaim…
Apa yang diperlukan untuk membuat perubahan yang permanen berakar di dalam kehidupan Anda? Jika Anda telah pernah mencoba, gagal, dan bertanya-tanya, "Mengapa?" Anda perlu membaca Bagaimana Orang Berubah? Buku ini menjelaskan pola alkitablah bagi perubahan dengan cara yang jelas dan praktis yang dapat Anda aplikasikan pada tantangan-tantangan di dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi perubahan-…
Perjuangan Menantang Zaman Netralitas tidak pernah hadir dalam lintasan kala, karena setiap zaman memiliki "roh"-nya masing-masing. Paham terhadap kenyataan ini, ide "perjuangan menantang zaman" mendapatkan dasar eksistensinya. Perjuangan menantang zaman adalah sebuah kumpulan esai sebagai penghargaan terhadap Pdt. Dr. Stephen Tong, seorang hamba Tuhan yang telah dan sedang terus berjuang…
Perintah terpenting dalam Kekristenan adalah mengasihi: pertama, mengasihi Tuhan--yang adalah Kasih itu sendiri-dan kedua, mengasihi sesama kita manusia seperti diri kita sendiri. Di dalam menaati perintah bahagia ini kita akan berjumpa dengan diri kita yang sebenarnya--yaitu kelumpuhan dan keengganan untuk megasihi--dan sekaligus berjumpa dengna kemurahan-kemurahan Tuhan yang di dalam rahmat-N…